Solusi Merapikan Gigi Renggang Dengan Menggunakan Kawat Gigi

Kawat gigi atau behel merupakan sebuah alat yang digunakan oleh ortodontis untuk mengatasi masalah ortodontik seperti gigi renggang. Gigi renggang sendiri adalah suatu kondisi gigi di mana susunannya jarang-jarang dan tidak beraturan.

Keadaan gigi renggang dapat dialami oleh siapapun dari berbagai usia. Susunan gigi yang tidak rata ini bisa disebabkan karena berbagai hal dan dapat juga menimbulkan beragam masalah. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki kondisi gigi renggang pada umumnya akan melakukan perawatan untuk merapikan sekaligus meratakan gigi.

Merapikan Gigi Renggang Dengan Pasang Kawat Gigi

Punya deretan gigi rapi dengan senyuman yang indah tentu menjadi dambaan banyak orang. Tapi bagaimana jika susunan gigi malah tidak rata dan jarang-jarang? Kondisi ini tentunya akan mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Terlebih lagi jika gigi renggang juga menyebabkan fungsi gigi menjadi terganggu.

Salah satu cara untuk menangani gigi yang renggang adalah dengan menggunakan behel atau kawat gigi. Pemasangan behel ini dilakukan untuk merapatkan gigi sehingga jarak antara gigi yang awalnya terlalu renggang bisa kembali normal.

Kondisi gigi ini dapat diperbaiki dengan penggunaan behel permanen atau behel lepas pasang dengan clear aligner. Produk clear aligner ini sendiri bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi situs rata.id serta mengisi kuisioner online dan riwayat gigi di dalamnya.

Fungsi behel dari segi medis memang digunakan untuk memperbaiki jajaran gigi yang tidak teratur. Termasuk yang diakibatkan karena adanya celah terlalu lebar antar gigi atau yang disebut gigi renggang. Behel akan memberikan tekanan pada gigi sehingga gigi bergeser secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Sampai posisi gigi nantinya saling merapat dan sejajar setelah penggunaan behel.

Pertumbuhan gigi yang renggang biasanya terjadi pada gigi depan bagian rahang atas. Itulah mengapa kebanyakan orang melakukan pasang behel untuk memperbaiki gigi yang renggang. Yakni untuk alasan keperluan estetika atau penampilan, karena masalah kondisi gigi renggang umumnya tidak terlalu mengganggu kesehatan. Namun bisa saja menghambat proses mengunyah dan menggigit makanan.

Waktu pemakaian behel untuk merapikan gigi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dengan tingkat keparahan, kondisi gigi dan kerjasama dari si pemakai selama perawatan behel gigi dilakukan. Rata-rata behel akan digunakan 1 – 3 tahun dan kemudian dilanjutkan dengan penggunaan retainer selama 6 bulan.

Aman Tapi Beresiko

Pemasangan behel gigi merupakan prosedur yang aman dilakukan oleh dokter spesialis ortodontis. Namun meski demikian, tetap ada resiko yang mungkin akan ditimbulkan dari penggunaan behel. Baik resiko jangka panjang dan jangka pendek, setiap prosedur pengobatan pasti memiliki resiko termasuk pemasangan behel gigi.

Resiko jangka pendek yang bisa saja muncul setelah pemasangan behel gigi antara lain seperti sariawan atau iritasi, penumpukan plak, gigi berlubang, dan penyakit gusi. Hal ini disebabkan karena rasa tidak nyaman dan sulitnya pembersihan gigi akibat adanya behel. Sementara resiko lain dalam jangka panjang adalah resorpsi atau pemendekan akar gigi akibat tekanan kawat dan susunan gigi kembali ke posisi semula.

Guna mengurangi resiko yang dapat terjadi, pengguna behel harus melakukan langkah perawatan behel dengan benar. Seperti menyikat gigi secara teratur dengan sikat dan pasta gigi khusus serta rutin berkumur menggunakan obat kumur. Selain itu, baiknya gunakan juga dental floss (benang gigi) untuk membersihkan bagian celah. Serta juga menghindari makanan yang lengket, kenyal dan keras.

Pemasangan kawat gigi atau behel pada kondisi gigi renggang tidak selalu diperlukan. Oleh karena itu konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk merapatkan gigi yang renggang dengan menggunakan behel.

Pratibha