Cobain Kue Puthu Legendaris dari Malang

Siapakah yang tidak mengenal dengan kue putu. Cemilan manis tradisionil kombinasi kelapa dan tepung ini umumnya dikonsumsi saat pagi hari.

Tidak boleh salah, kue putu nikmat jadi rekan teh sore hari. Di Kota Malang, ada salah satu kios makanan itu yang disebut kue puthu legendaris dan masih exist sampai sekarang ini. Menggunakan nama merek Puthu Lanang, dibangun tahun 1935 oleh Soepijah.

Tidak boleh salah, warung itu telah laku manis semenjak pertama kalinya ditawarkan. Tetapi, semenjak 20 tahun kemarin, yang menawarkan kue putu ini ialah Siswojo, anak Soepijah. Tempat berjualannya masih tetap ada di Gang Buntet, Jalan Beskal Agung Suprapto Malang.

Cobain Kue Puthu Legendaris dari Malang

Umumnya, semenjak jam 17.00, konsumen yang pulang kerja, berbaris untuk beli kue putu atau jajan yang lain seperti lupis, cenil atau klepon.

Semuanya yang dijajak Siswojo sama dengan bahan kelapa dan tepung. Penyuguhannya diperlengkapi dengan olesan gula Jawa.

Puthu Lanang menjadi satu diantara kue tradisionil paling populer di Kota Bunga itu. Siswojo layani sendiri konsumen yang tiba, ditolong 3 orang pegawainya.

Pengunjung tiba dapat menyaksikan sendiri aktivitas Siswojo dan pegawai mulai menambah tepung beras, parutan kelapa, dan masukkan gula merah ke adonannya.

Konsepnya, lanjut Siswoyo, saat ingin jual produk, konsumen harus ingin konsumsi karena percaya jika produknya nikmat, bersih, aman dimakan, karena dibikin berbahan baku berkualitas.

Adonan warna putih dan hijau, lalu dimasukkan ke beberapa puluh tabung bambu, dan ditempatkan di atas alat kukus. Selang lima menit selanjutnya, kue putu telah masak.

Harga masing-masing kue itu, rerata dipasarkan Rp 10.000. Jika ingin mencicip semua, pilih menu campur. Maknanya, putu, cenil, lupis dan klepon dibuntel pada sebuah daun pisang.

Pada musim berlibur, atau akhir pekan, konsumen sudah tentu harus berjubal dengan konsumen lain untuk mendapatkan kue itu.

Dalam satu hari, puthu lanang bisa habiskan 600 jatah. Merek Puthu Lanang telah dipatenkan semenjak 2003. Tidak cuman untuk camilan, Puthu Lanang terima pesanan tumpeng putu bermacam-macam warna dan kue tradisionil lain.

Pemesannya, rerata dari lembaga pemerintahan atau kelompok swasta, bank atau pebisnis. Jajan manis ini saat ini jadi kue tradisionil salah satu yang masuk ke daftar makanan yang perlu dikunjungi pelancong di Indonesia.

Cari kios kue tradisionil Puthu Lanang tidak susah. Lokasinya ada di samping Utara dieler motor Kawasaki. Tempatnya berhimpitan dengan studio photo. Paling mudah, cukup menyaksikan banyak motor atau mobil parkir, di sanalah kios kue itu ada.

 

wahyuhidayat