Sat. May 21st, 2022

Penggunaan coriolis flow mtr. terus mengalami peningkatan dalam sebagian tahun belakang. Meskipun ongkos pengadaannya tergolong mahal tetapi banyak pengguna berpikiran sebagai investasi yang baik bersama memperhitungkan keseluruhan ongkos untuk jangka panjang. Bahkan banyak perusahaan yang mengganti perangkat yang sudah mereka aplikasikan bersama flow mtr. ini

Meskipun kebanyakan flow meter digital difungsikan untuk mengukur kecepatan aliran maupun volume aliran, tetapi dalam sebagian sektor industri pengukuran massa merupakan hal yang utama. Contohnya saja type produk yang dijual berdasarkan berat berasal dari produk tersebut. Selain itu, reaksi kimia termasuk kebanyakan didasarkan terhadap massa dibandingkan volume, agar coriolis flow mtr. banyak diaplikasikan terhadap pabrik-pabrik kimia.

Lantas apa itu coriolis flow meter? dan bagaimana cara kerjanya? Di bawah ini adalah ulasan berkenaan prinsip kerja berasal dari type pengukur aliran ini.

 

Coriolis Flow Meter

Coriolis flow mtr. adalah perangkat pengukuran massa aliran yang menerapkan efek coriolis. Penamaan coriolis terhadap flow mtr. ini didasarkan bersama nama seorang ahli matematika dan insinyur asal Prancis yang bernama Gaspard Gustave de Ceriolis. Coriolis menerbitkan sebuah makalah yang melukiskan tingkah laku objek dalam kerangka yang berputar.

Meskipun tingkah laku selanjutnya kerap disebut kekuatan atau jenis coriolis, tetapi sesungguhnya lebih pas disebut bersama efek coriolis. Mengapa demikian? sebab tingkah laku yang terjadi bukan hasil berasal dari jenis yang bekerja terhadap objek, melainkan gerakan yang dirasakan berasal dari suatu benda yang bergerak dalam garis lurus di atas benda atau kerangka yang berputar.

Coriolis flow mtr. secara artifisial menerapkan akselerasi coriolis ke dalam aliran yang tengah mengalir dan mengukur massa aliran bersama mendeteksi momentum sudut yang dihasilkan. Prinsip kerja coriolis flow mtr. benar-benar simpel tetapi benar-benar efektif. Cara kerjanya pun sanggup dilukiskan sederhana, bila rotasi bumi dan pengaruhnya terhadap perubahan cuaca.

 

Cara Kerja Coriolis Flow Meter

Coriolis flow mtr. pakai tabung yang diberi energi dalam bentuk getaran yang tetap. Ketika fluida (cair atau gas) masuk dan melewati tabung tersebut, bakal tersedia momentum aliran massa yang membawa dampak perubahan terhadap getaran tabung, selanjutnya tabung bakal berputar dan menghasilkan pergeseran fasa. Pergeseran fase ini lantas bakal diukur dan menghasilkan information massa aliran.

Flow mtr. coriolis sendiri kebanyakan menerapkan dua buah tabung. Tabung selanjutnya bakal bergetar berlawanan satu sama lain melalui koil magnetik. Sensor dalam bentuk rakitan magnet dan juga koil ditempatkan terhadap saluran masuk (inlet) dan saluran muncul (outlet) terhadap ke-2 tabung. Ketika koil bergerak melalui medan magnet maka bakal mengakibatkan tegangan dalam bentuk gelombang sinus atau sinusoidal. Gelombang sinus yang dihasilkan bakal jadi kunci utama dalam mengukur aliran massa fluida.

Dalam kondisi tanpa aliran, gelombang sinusoidal terhadap inlet dan outlet berada terhadap fase yang sama satu sama lain. Ketika fluida mengalir melalui tabung, tabung bakal berputar secara proporsional cocok bersama massa aliran yang melewatinya. Dalam kondisi ini, sensor yang terdapat terhadap saluran masuk dan muncul bakal mendeteksi kuantitas putaran berdasarkan pergeseran fasa dan bakal dilukiskan dalam bentuk gelombang sinusoidal yang dihasilkan oleh ke-2 sensor.

Dengan kata lain, massa aliran berasal berasal dari perbedaan pergeseran fasa yang membentuk gelombang atau frekuensi sinus, selanjutnya frekuensi sinus selanjutnya bakal diubah dalam bentuk angka terhadap unit controller.

Meskipun flow mtr. ini secara inheren mengukur laju aliran massa, pengukuran terus menerus berasal dari densitas fluida memungkinkan flow mtr. ini untuk turut mengukur debit aliran.

 

Perbedaan Coriolis Flow Meter Dengan Thermal Mass Flow Meter

Coriolis flow mtr. lakukan pengukuran berdasarkan aliran massa nyata, selagi thermal mass flow mtr. hasil perhitungannya bergantung terhadap sifat fisik berasal dari fluida dan kebanyakan digunakan untuk aliran gas yang rendah. Hal inilah yang merupakan perbedaan dasar berasal dari ke-2 type flow mtr. ini. Pengukuran massa nyata merupakan pengembangan perlu terhadap flow mtr. sebab sanggup meminimalkan ketidakakuratan hasil bacaan akibat sifat fisik berasal dari fluida.

 

Pengaplikasian Coriolis Flow Meter

Pengaplikasian coriolis flow mtr. sesungguhnya sanggup saja untuk segala type liquid (cairan maupun gas), tetapi kebanyakan pengukuran massa lebih ideal untuk mengukur gas, hal ini disebabkan sebab sifat berasal dari gas yang benar-benar ringan dipengaruhi oleh suhu dan tekanan bila dibandingkan bersama cairan.

Tekanan berdampak sekurang-kurangnya terhadap cairan dalam hal kompresibilitas, dan kebanyakan diabaikan dalam pengukuran volumetrik. Pengaruh suhu termasuk kerap diabaikan, jikalau di mana akurasi tinggi diperlukan (misalnya pembelian bahan bakar yang mengaju terhadap referensi flow meter, sebab kebanyakan suhu bakal berpengaruh terhadap volume bahan bakar).

Sebagai keliru satu type flow mtr. yang paling akurat, flow mtr. coriolis merupakan pilihan utama oleh sebagian pabrik kimia, baik itu pabrik yang menangani fluida yang bersih maupun yang korosif sekalipun. Adapun industri yang dimaksud seperti:

Minyak dan Gas Bumi
Petrokimia
Pabrik farmasi
Pulp plus papper
Penanganan cairan limbah

Keunggulan berasal dari coriolis flow mtr. terdapat terhadap akurasinya, kebanyakan flow mtr. magnetik mengimbuhkan selisih 0,5% berasal dari kondisi nyata, selagi coriolis flow mtr. sanggup mengimbuhkan 0,1% di mana jadi rendah selisih toleransi maka bakal jadi baik pula hasil bacaan flow mtr. tersebut. Dengan kekuatan tersebut, banyak industri yang dambakan pengukuran massa bersama hasil akurat lebih memilih coriolis flow mtr. sebagai perangkat pengukur massa mereka.

Dari aspek perawatan, flow mtr. coriolis sama halnya bersama alat pengukur aliran terhadap kebanyakan yang butuh perawatan secara berkala. Tujuannya pasti untuk menanggung keakuratannya dalam pengukuran massa aliran, tindakan kalibrasi merupakan cara paling baik untuk merawat flow mtr. ini. Kalibrasi sebaiknya dilaksanakan 3 sampai 5 tahun sekali, dan juga terus mengacu terhadap kondisi operasional yang ditetapkan, baik itu berasal dari produsen pembuat flow mtr. selanjutnya maupun berasal dari information hasil kalibrasi.

By toha