Niat Dan Metode Betul Shalat Tarawih Berjamaah Di Rumah

Satu diantara beribadah sunnah yang paling direkomendasikan untuk ditunaikan di setiap malam dibulan Ramadhan merupakan Shalat Tarawih. Apabila di tahun tahun awalnya, rata-rata kaum muslim mengerjakan shalat tarawih di mushola secara berjamaah. Akan tetapi sebab sekarang belum meredanya endemi virus corona (Covid-19) di Tanah Air, mengakibatkan Pemerintahan menganjurkan seluruhnya kaum muslim buat melakukan shalat tarawih di dalam rumah masing masing.
Biarpun tersedianya petunjuk tidak untuk menjalankan shalat tarawih di mushola secara berjamaah, akan tetapi mereka kaum muslim di Indonesia masih dapat melakukannya dalam rumah masing masing berjamaah dengan keluarga. Untuk menjalankan shalat tarawih dalam rumah secara berjamaah dibutuhkannya orang imam yang pimpin shalat dan makmum. Dan untuk persoalan niat, ada ketidakcocokan di antara bacaan buat yang bertindak selaku imam dan makmum dalam shalat tarawih.
Untuk lebih detilnya berikut di bawah ini bacaan niat selaku imam serta makmum dalam shalat tarawih antara lain adalah :
1. Bacaan Kemauan Sebagai Imam Dalam Shalat Tarawih
Saat berperan selaku imam atau pimpinan dalam shalat tarawih, jadi baca niatan di bawah ini :
“Ushalli sunnatat taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an imaa man lillaa hi ta’aa laa.”
Maknanya : “Saya berniat sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai selaku imam sebab Allah SWT.”
2. Bacaan Tekad Selaku Makmum Dalam Shalat Tarawih
Akan tetapi saat berperan sebagai makmum dalam shalat tarawih, karenanya baca niatan di bawah ini :
“Ushalli sunnatat taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an ma’muu man lillaa hi ta’aa laa.”
Berarti : “Saya berniat sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum lantaran Allah SWT.”
Bacaan kemauan imam dan makmum di atas untuk shalat tarawih yang dijalankan 2 rakaat dengan 1 kali salam sekitar 10 kali atau 20 rakaat.
3. Tata Metode Shalat Tarawih Berjamaah Di Rumah
Memanglah sekian lama ini ada ketidakcocokan arahan ulama mengenai jumlah rakaat dalam shalat tarawih. Ada yang beranggapan melakukan shalat tarawih sekitar 8 rakaat, tapi ada yang memiliki pendapat sekitar 20 rakaat. Di mana ke-2 saran itu punyai asas yang serupa kuatnya.
Umumnya shalat tarawih 8 rakaat dikerjakan dengan lakukan shalat 4 rakaat dengan sekali salam sejumlah 2 kali. Dan untuk shalat witirnya ditunaikan 3 rakaat sekali dengan 1 kali salam tiada tasyahud awalnya. Sedang alasan shalat tarawih 20 rakaat dalam buku Saku Ramadhan kreasi Ma’ruf Khozon, mengarah terhadap sejarah 4 tabiin ialah Said bin Yazid, Yazid bin Rauman, Yahya nin Said al-Qathan, serta Abdul Aziz bin Rafi’.
Di bawah ini barisan teknik shalat tarawih berjamaah yang betul di dalam rumah :
• Mengucapkan niatan shalat tarawih sesuai tempatnya, apa berperan sebagai imam atau makmum.
• Membaca niatan dalam hati waktu takbiratul ihram.
• Mengucapkan takbir waktu takbiratul ihram.
• Membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca satu diantaranya surat dalam Al-Quran.
• Rukuk.
• Itidal.
• Sujud pertama.
• Duduk antara dua sujud.
• Sujud ke-2 .
• Duduk sesaat atau duduk istirahat sebelumnya bangun atau berdiri buat melakukan shalat rakaat ke-2 .
• Bangkit dari duduk untuk melakukan shalat rakaat ke-2 dengan pergerakan yang serupa dengan rakaat pertama, diawali pada membaca surat Al-Fatihah sampai sujud ke-2 ).
• Duduk tasyahud akhir lalu ucapkan salam di shalat rakaat ke-2 atau rakaat ke-4.

Pratibha