Sarat Lapor Pajak Online yang Wajib Diketahui Pihak PT

Sarat Lapor Pajak Online yang Wajib Diketahui Pihak PT

Aturan di dalam pelaporan pajak online, baik bagi WP Pribadi maupun WP Badan memiliki perbedaan mulai dari pemanfaatan formulir SPT, syarat pelaporan pajak, sampai langkah melaporkan SPT pajaknya.

Termasuk juga batas selagi pelaporan SPT pajak pada WP Pribadi dengan WP Badan juga tidak sama.

Apa saja ketetapan lapor pajak online yang perlu diketahui Sobat pembaca yang berstatus sebagai pemilik PT ?

 

Batas Akhir Lapor Pajak Online Tahunan

Pelaporan SPT pajak antara SPT Masa/Bulanan maupun SPT Tahunan memiliki batas waktunya masing-masing.

Untuk SPT Tahunan sendiri, antara penyampaian SPT Tahunan Pribadi dan SPT Tahunan Badan juga tidak sama.

Begitu pula pelaporan SPT Masa antara PPh dan PPN pun berbeda setiao bulannya.

a. Batas akhir lapor pajak online SPT Masa

Batas waktu penyampaian SPT Masa PPh rata-rata setiap tanggal 20 bulan berikutnya.

Sedangkan batas akhir lapor SPT Masa PPN lebih beragam di awal bulan dan akhir bulan berikutnya.

b. Batas akhir lapor pajak online SPT Tahunan

Sedangkan batas akhir penyampaian SPT Tahunan Pribadi adalah 31 Maret setiap tahunnya untuk Tahun Pajak sebelumnya.

Kemudian batas akhir pelaporan SPT Tahunan Badan adalah pada 30 April setiap tahunnya untuk Tahun pajak sebelumnya.

Bagi Sobat  yang belum menyampaikan kewajiban pelaporan SPT pajak, segera lapor untuk hindari sanksi keterlambatan pelaporan pajak.

 

pajaknesia adalah Penyedia jasa konsultan pajak pt mitra resmi Ditjen Pajak yang disahkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-169/PJ/2018.

Melalui pajaknesia.id , Sobat  dapat melaporkan berbagai jenis SPT Tahunan/Masa PPh dengan langkah-langkah yang mudah.

 

Sobat bisa melaporkan semua jenis SPT mulai dari SPT Tahunan Pajak Badan, SPT Masa (Bulanan) Pajak, dan SPT Tahunan Pajak Pribadi.

Setelah menyampaikan SPT Pajak, Sobat  akan peroleh bukti lapor dalam bentuk elektronik, yakni Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dari DJP, yang berisi:

  • Informasi Nama Wajib Pajak (WP)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Tanggal pembuatan BPE
  • Jam pembuatan BPE
  • Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE)

Sobat juga akan mendapatkan NTTE resmi dari DJP sebagai bukti lapor.

 

Tarf Sanksi Pajak Terbaru

Bicara sanksi pajak, besar tarif sanksi terbaru diatur dalam Undang-U No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berikut tarif bunga sanksi administrasi pajak sebagai komponen untuk menghitung besarnya sanksi atau denda pajak:

1. Sanksi denda terkait Surat Pemberitahuan (SPT)

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 5% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dikenakan pada Sobat Klikpajak yang:

  • Melakukan pembetulan SPT sendiri dan membuat utang pajak jadi lebih besar
  • Kurang bayar karena pembetulan SPT Tahunan/Masa
  • Terlambat membayar PPh Pasal 29 SPT Tahunan
  • Terlambat membayar SPT Masa

2. Sanksi denda tidak melunasi SPT kurang bayar

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 10% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Note: Ketentuan dan Syarat Lapor PPh 23 Online Terbaru

3. Sanksi denda tidak melunasi pajak kurang bayar dan mendapat SKPKB

Rumus perhitungannya: (Tarif bunga sanksi pajak + 15% : 12)

Pengenaan sanksi paling lama 24 bulan (2 tahun).

Sanksi denda ini dijatuhkan pada WP yang tidak mau melunasi pajak kurang bayar dan WP sudah mendapatkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB).

4. Sanksi denda terkait tindak pidana karena pengungkapan ketidakbenaran

Untuk tarif sanksi denda ini, tidak menggunakan tarif fluktuatif yang mengacu pada suku bunga acuan BI.

Tarif sanksi dijatuhkan karena pengungkapan ketidakbenaran atau ketidaksesuaian data dalam konteks tindak pidana perpajakan, maupun melampirkan keterangan yang isinya tidak benar, sebesar 100% dari jumlah pajak yang kurang bayar saat pengungkapan pelaporan pajak tidak benar.

 

toha